Toko Online Baju Anak Nyaman Kekinian

Panduan Isolasi Mandiri Anak

Jumlah kasus anak dan bayi positif covid-19 di Indonesia terus bertambah. Orang tua diharapkan mampu memberikan perawatan tepat saat isolasi mandiri untuk menjaga buah hati. Meskipun WHO sempat menyatakan anak cenderung minim terpapar covid-19, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) punya pendapat yang berbeda. Karena itulah setiap anak dianjurkan untuk segera mengikuti program vaksinasi. Anak yang terbukti positif tidak harus dirawat di rumah sakit dan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Ada perbedaan pada anak-anak dengan orang dewasa dalam penanganan dan isolasi mandiri pada pasien Covid-19. Isolasi mandiri pada anak harus diawasi oleh orang tua, selain itu isolasi mandiri pada anak juga perlu memperhatikan beberapa hal. Berikut ini panduan isolasi mandiri pada anak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) :

1. Tidak Bergejala / Asimptomatik

Asimptomatik adalah suatu kondisi penyakit yang sudah positif diderita, tetapi tidak memberikan gejala klinis apapun terhadap orang yang menderita. Kondisi asimptomatik tidak akan ditemukan sampai seseorang melakukan tes medis berupa sinar-X, pemeriksaan laboratorium klinik, dan pemeriksaan lainnya. Walaupun orang pembawa virus dan tidak ada gejala (asimptomatik) tetap bisa menularkan virus kepada orang lain. Dalam Buku Panduan Isolasi Mandiri yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) disebutkan pada kondisi normal, pasien covid-19 dikatakan tanpa gejala jika frekuensi napas terhitung 12-20 per menit dengan tingkat saturasi oksigen lebih dari 95 persen.

2. Gejala Ringan (Batuk, Pilek, Demam, Diare, Muntah, Ruam-Ruam)

Bila anak masih mengalami gejala ringan, tidak perlu dibawa ke rumah sakit karena bisa sembuh dengan sendirinya dengan meminum obat dan istirahat yang cukup. Apabila sudah memasuki gejala serius, segerakan menghubungi bantuan medis atau dibawa ke rumah sakit.

3. Anak Aktif, Bisa Makan Minum Seperti Biasa

panduan isolasi mandiri

Biasanya anak ketika sakit akan jadi lemas, lesu dan tidak bernafsu untuk makan. Namun, dalam kasus covid-19, ada yang tidak mengalami hal itu. Misalnya, anak tidak mengeluh sakit, masih aktif bermain dan nafsu makan pun tidak terganggu, tidak menunjukkan gejala-gejala covid-19, tetapi ketika di tes swab ternyata anak positif covid-19. Jika seperti itu, orang tua bisa melakukan isolasi mandiri terhadap anak dirumah dengan mematuhi segala protokol kesehatan. Dari panduan isolasi mandiri, jangan lupa beri anak makanan yang bergizi dan susu UHT murni, juga suplemen-suplemen vitamin untuk menjaga imunnya tetap kuat.

Baca Juga: Lindungi Anak Dari Covid-19 varian Delta, Perhatikan Yuk Bun Apa Saja!

4. Menerapkan Etika Batuk

Saat kita batuk atau bersin dengan otomatis kita mengeluarkan virus di udara dan pastinya dengan bebas menyebar kemana-mana dan tanpa sengaja kehirup orang lain saat bernapas. Sehingga orang tersebut tertular oleh virus. Maka dari itu kita perlu menerapkan etika saat batuk atau bersin. Beginilah cara etika batuk atau bersin :

– Saat batuk kita gunakan tisu untuk menutup hidung dan mulut, setelah itu buang tisu ke tempat sampah dan langsung cuci tangan.

– Apabila tidak ada tisu, gunakan lengan atas bagian dalam (belakang siku) untuk menutup hidung dan mulut.

5. Memantau Gejala / Keluhan

panduan isolasi mandiri

Anak- anak yang terpapar covid-19 menunjukkan gejala yang berbeda-beda, mulai dari gejala ringan hingga gejala berat yang mengancam nyawa. Jika anak sudah mengeluh sakit seperti gejala-gejala covid-19, segera periksakan ke dokter. Atau anak mengalami gejala-gejala berat covid-19 juga segerakan periksa ke dokter. Gejala-gejala berat covid-19 diantaranya : napas cepat, demam >7 hari, kejang, mata cekung, tidak bisa makan dan minum. Segerakan bawa ke dokter atau panggil bantuan medis. Orang tua wajib memantau kesehatan anak setiap hari dan mendengarkan setiap keluhan sakitnya.

6. Pemeriksaan Suhu Tubuh 2 Kali Sehari, Pagi dan Malam

panduan isolasi mandiri

Dilansir dari Medical News Today, suhu tubuh manusia diatur oleh bagian otak bernama hipotalamus. Selama ini banyak orang menganggap bahwa suhu normal manusia berada pada titik 37 derajat Celcius. Padahal kenyataannya suhu normal manusia berada di kisaran 36,5-37,2 derajat Celcius. Suhu normal manusia juga bisa berubah sepanjang waktu. Berdasarkan fakta tersebut, untuk berjaga-jaga terhadap paparan virus covid-19, kita harus mengecek suhu tubuh sehari 2 kali pagi dan malam. Apalagi untuk anak-anak yang sangat aktif beraktivitas membuat suhu tubuhnya mudah naik. Aktivitas juga dapat membuat suhu tubuh naik.

Baca Juga: Cara Mengatasi Anak Bosan di Rumah saat Pandemi Corona

7. Lingkungan Rumah / Kamar Memiliki Ventilasi yang Baik

panduan isolasi mandiri

WHO menyarankan adanya ventilasi yang baik di dalam ruangan untuk mencegah penularan Covid-19. Direktur departemen kesehatan masyarakat, penentu kesehatan lingkungan dan sosial WHO, dr. Maria Neira, mengatakan bahwa ventilasi merupakan aspek yang penting. Jika ventilasi alami dibuka, akan ada sirkulasi dan pembaruan udara sehat yang dihirup. dr. Maria Neira mencontohkan, jika dalam satu jam ada pembaruan udara enam kali, masuk akal untuk memastikan bahwa tindakan ini mengurangi atau mencegah penyebaran virus di dalam ruangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping cart
There are no products in the cart!
Continue shopping
0
× Tanya Admin?